Powered By Blogger

Rabu, 05 Januari 2011

Spiritual Quotient Sebagai Kecerdasan Tertinggi

Setiap mahluk ciptaan Tuhan dianugerahi suatu kecerdasan, biasanya kecerdasan yang dimiliki oleh semua mahluk yang hidup dibumi ini adalah kecerdasan untuk tetap bertahan hidup, cara bagaimana seorang mahluk serta generasinya agar dapat terus survive dengan melakukan adaptasi dan evolusi. Rasa aman adalah implementasi dari kecerdasan primitif ini, terhindar dari bahaya yang berupa pemangsa maupun kekejaman alam merupakan akibat dari penggunaan quotient. Semakin tinggi tingkat kerumitan suatu mahluk diciptakan maka anugerah kecerdasan yang diberikan Tuhan juga semakin tinggi, dan manusialah mahluk yang diciptakan dengan kecerdasan yang paling tinggi, jika dilihat dari fisik otak , kemampuan otak manusia meliputi kecerdasan reptil atau batang otak, kecerdasan mamalia atau sistem limbik dan kecerdasan manusia atau neokortek yang membedakan dengan mahluk lainnya.
Fungsi dari batang otak atau otak reptil adalah perilaku yang berkaitan dengan insting untuk mempertahankan hidup, dorongan untuk mempertahankan spesies dengan memperhatikan pada ketersediaan makanan, tempat tinggal dan keberlangsungan reproduksi. Keaadaan bahaya atau gawat membangkitkan otak reptil untuk memutuskan menghadapinya atau menghindarinya. Disekeliling otak reptil terdapat sistem limbik yang cukup luas dan kompleks, sistem limbik dimiliki seluruhnya oleh hewan mamalia, fungsinya menyimpan emosi dan bersifat kognitif, sistem limbik menyimpan perasaan, pengalaman, memori dan kemampuan belajar pada mamalia. Sistem limbik merupakan panel kontrol utama menggunakan informasi yang disampaikan oleh panca indera manusia, kemudian informasi ini disampaikan ke bagian neokortek yang terbungkus di sekitar bagian atas dan sisi-sisi sistem limbik, fungsi bagian ini adalah mengatur pesan-pesan yang disampaikan oleh sistem limbik yang dapat berupa penalaran, berpikir secara intelektual, pembuatan keputusan dan lain-lain. Jadi sebenarnya yang membedakan manusia dengan mahluk lainnya adalah adanya neokortek dan disinilah kecerdasan manusia : IQ, EQ dan SQ berasal.
Pada mulanya, kecerdasan manusia hanya diukur dari tingkat kecerdasan intelektualnya atau IQ, IQ seorang manusia dapat ditempatkan pada tingkat-tingkat tertentu ; dibawah rata-rata, rata-rata, diatas rata-rata dan genius. Pemeringkatan ini berdasarkan hasil tes yang dilakukan saat, seseorang menyelesaikan suatu uji IQ. Ketika orang tersebut menganggap serius tes yang akan dihadapinya, akan mendapatkan hasil yang berbeda saat orang tersebut menganggap uji IQ sebagai suatu permainan belaka, karena ternyata tingkat emosi seseorang juga berpengaruh besar pada hasil uji tersebut. Dalam keadaan tertekan membuat seseorang cenderung mendapatkan hasil IQ yang lebih rendah dibandingkan jika ia menganggap tes IQ hanya main-main. Dari hasil pengamatan ini, ternyata IQ bukanlah satu-satunya patokan mengukur kecerdasan manusia, ada kecerdasan lain yang juga mempengaruhi. Kemudian timbulah konsep kecerdasan emosional atau EQ yaitu kecerdasan yang muncul dan dipengaruhi oleh nilai perasaan dan emosi kita, dan hal yang lebih mencengangkan adalah kecerdasan emosional ternyata lebih mendominasi dan mempengaruhi kehidupan manusia dibandingkan kecerdasan intelektual. Dari hasil riset yang dilakukan oleh para ahli psikologi didapat bukti ilmiah : keberhasilan hidup seseorang yang diukur dari tingkat kesuksesan dan kekayaan ternyata disebabkan oleh tingkat EQ orang tersebut, bukan dari kecerdasan intelektualnya. Kecerdasan intelektual hanya menjadi pengantar bagi keberhasilan seseorang yang lebih dipengaruhi oleh kecerdasan emosinya. Jadi orang yang memiliki IQ tinggi belum menjamin keberhasilan orang tersebut, bisa jadi di bagian pendidikan formal seperti sekolah, ia akan mendapatkan kesuksesan sebab pendidikan formal cenderung memberi porsi yang lebih besar untuk kecerdasan intelektual tetapi ketika ia memasuki dunia kerja, tempat orang tersebut harus berinteraksi dengan orang lain, pengaruh kecerdasan emosional akan lebih dominan. Biasanya orang yang memiliki IQ tinggi cenderung egois sehingga sukar diajak kerja sama maka orang tersebut akan mendapatkan kesukaran saat menghadapi dunia kerja yang lebih membutuhkan team work dibanding kerja individual. Orang dengan IQ cukup tinggi sulit untuk beradaptasi dengan dunia yang tidak sesuai dengan pandangannya, berbeda dengan individu yang berEQ tinggi, individu ini mampu menyesuaikan dirinya dengan lingkungan kerja apapun karena memiliki kemampuan yang lebih dalam menghargai dan bekerja sama dengan yang lain.
Namun ketika orang tersebut dalam puncak kesuksesan dan keberhasilan, bergelimang dengan harta, prestasi dan penghargaan, akan muncul suatu titik balik berupa rasa jenuh dan bosan. Orang tersebut akan menanyakan kembali pada dirinya, apakah hal semua itu perlu bagi dirinya ? mengapa kesuksesan dan keberhasilan, tidak membuat hatinya bahagia ? okelah ketika seseorang mendapatkan prestasi tinggi misalnya dianugerahi Nobel, dia disambut dan dipuja-puja seluruh dunia, saat itu perasaannya dipenuhi oleh rasa senang tetapi untuk berapa lama rasa gembira itu akan hinggap didalam dirinya, dia akan kembli jatuh pada perasaan jenuh karena semua yang diinginkan dan dicita-citakan telah terwujud semuanya, dan menyangka bahwa dengan mencapainya akan memberikan rasa bahagia abadi, tetapi apa yang terjadi ternyata hanya rasa kehampaan yang didapatnya. Dunia serasa berhenti, vitalitas yang dimilikinya semakin hilang dan jika ia tidak memiliki kecerdasan lain ia akan terperosok pada jurang kehampaan yang penuh dengan perasaan depresi. Maka agar kita bisa memaknai hidup ini, saat suatu keberhasilan digapai dan mampu melihat keberhasilan tersebut sebagai suatu proses bukan tujuan hidupnya, diperlukan suatu kecerdasan yaitu kecerdasan spiritual atau SQ. Didalam otak manusia terdapat suatu titik yang dinamakan god spot, titik ini berhubungan dengan keyakinan kita akan keberadaan tuhan dan dalam god spot bersemayamlah kecerdasan spiritual atau SQ. Seseorang yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi dapat dilihat dari perilaku kehidupannya yang selalu dipenuhi oleh rasa kebahagiaan dan kegembiraan, ia memandang sekelilingnya bukan sebagai sesuatu yang perlu ditaklukan demi keberhasilannya tetapi lebih sebagai suatu ciptaan yang perlu disyukuri keberadaannya, rasa ego atau ke-aku-annya telah melebur hilang digantikan dengan rasa kebersamaan yang muncul setiap saat. Ia tidak lagi menghiraukan apa yang telah menjadi miliknya dan bukan miliknya, tidak lagi memikirkan mendapatkan apa yang belum ia miliki sebab semuanya yang ada disekelilingnya telah ia miliki. Ia tidak lagi terjebak dalam rasa penyesalannya terhadap masalah di masa lalu, tidak lagi mengkhawatirkan kehidupan di masa depan, tidak lagi terbebani oleh rasa khawatir, takut dan penyesalan tetapi hidup di masa sekarang, saat ini dengan indah dan apa adanya. Hal yang selalu dilakukan oleh orang dengan kecerdasan spiritual tinggi adalah mensyukuri apapun yang ia peroleh ; kegagalan, keberhasilan, sanjungan, makian, penghinaan. Ia telah mendapatkan kedamaian didalam dirinya yang memancar menyebar ke sekelilingnya memberikan rasa kasih sayang bagi semuanya. Seperti bunga yang menyebarkan keharuman bagi dunianya atau seperti matahari yang memancarkan sinar kehidupan, sang bunga dan matahari tidak pernah meminta balas jasa atas apa yang ia berikan, ia hanya memberi dan memberi.
Kita sebagai mahluk yang diciptakan oleh Tuhan paling mulia, ternyata diberikan anugerah yang begitu besarnya. Kemampuan kita sebagai manusia melebihi apa yang dimiliki mahluk lainnya, apalagi kecerdasan yang kita miliki mampu membuat kita menjadi seorang manusia dalam arti sebenarnya. Kita bisa menggapai suatu kecerdasan yang membuat kita menjadi bahagia bila mengetahui password untuk membukanya. Proses untuk mendapatkan kecerdasan ini adalah perjalanan mengenal dirinya sendiri, suatu safari agung menembus bayang-bayang dan topeng-topeng yang kita anggap selama ini sebagai diri yang sejati. Topeng tersebut sepertinya melekat kuat sehingga seakan-akan kita selalu diidentikkan dengan topeng yang kita pakai, topeng itu adalah ego kita, rasa ke-akua-an yang kita miliki menutupi sinar cemerlangnya diri sejati. Ego membuat kita tergantung terhadap apa yang orang lain pandang, kita menjadi begitu malu saat, pakaian yang kita kenakan dikatakan tidak sesuai dengan tubuh , kita menjadi marah saat seseorang mencela, menghina dan memaki kita. Ego menjadikan sesuatu sebagai yang disukai atau yang tidak disukai, ego cenderung untuk melampiaskan keinginan-keinginan kita, memberikan makanan-makanan yang lezat bagi nafsu dan hasrat.

Rabu, 15 Desember 2010

roemah kajoemanis: mensyukuri luka.

roemah kajoemanis: mensyukuri luka.: "Sudah lama aku ingin berbagi ini, tapi mungkin moodnya dan feel untuk nulisnya baru ada sekarang. Bisa karena memang tertakdir menulisnya se..."

Jumat, 03 Desember 2010

Nota Nota Cinta

Andainya dapatku menulis

Nota-nota cinta buat diri-Nya

Ingin ku titipkan bersama

Semua kuntuman bunga

Yang indah berseri

Ku sembur haruman mewangi

Bersama kata-kata puji

Sedang Dia tahu

kasih dan cintanya aku

Menjalin ikatan menuju ke Syurga



Cintaku kepada Dia

Rinduku hanya pada-Nya

Kasihku tulus buat-Nya

Setiaku balas kasih-Nya

Kasihku kasih yang setia

Pada yang punya



Dambaku pada Yang Esa

Pujian hanya buat-nya

Akurku kebesaran-Nya

Teragung Maha Suci-Nya

Taatku hamba yang hina

Pada Pencipta



Kiranya aku hilang arah

Jalan hidupku berubah punah

Namun kasih-Nya tak pernah akan musnah

Belas rahmat-Nya terus mencurah-curah

Nur Hidayah-Nya semakin cerah



By: Saujana 

Selasa, 17 Agustus 2010

Allah itu Tahu

Terkadang perjuangan yang kita lakukan dengan kejujuran sekian lama...
Tidak membuahkan hasil yang memuaskan...
Tapi melihat orang yang berjuang yang belum tentu dengan kejujuran
Dia sudah mendapatkan hasil bagi dia memuaskan...

hal yang kamu berbuat dg kejujuran bukan tidak membuahkan hasil yang memuaskan tapi belum waktunya...

Yakinlah Allah SWT akan memberimu rizki yang lebih berkah dan keindahan pada akhirnya... Karna Allah SWT punya rencana sendiri untuk hamba-Nya

Sabtu, 12 Juni 2010

Assesmen Pendidikan

TEKHNIK PENILAIAN MENURUT BSNP
Proses memperoleh data proses dan hasil belajar, pendidik dapat menggunakan beberapa tehnik penilaian secara komplementer sesuai dengan kompetensi yang di nilai. Menurut pedoman BSNP, tehnik penilaian yang dapat digunakan secara komplementer ataupun sendiri-sendiri sesuai dengan kompetensi yang akan dinilai antara lain :
a. Tes Kinerja
Tes kinerja dalam hal ini adalah berbagai jenis tes yang dapat berbentuk tes keterampilan tertulis, tes identifikasi, tes simulasi, uji petik kerja dan sebagainya.
Melalui tes kinerja ini peserta didik mendemonstrasikan unjuk kerja sebagai perwujudan kompetensi yang telah dikuasinya.
b. Demonstrasi
Teknik demonstari dapat dilakukan dengan cara mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif sesuai kompetensi yang dinilai.
c. Observasi
Observasi terkait dengan kegiatan evaluasi proses dan hasil belajar, dapat dilakukan secara formal yaitu obsevasi dengan menggunakan instrumen yang sengaja dirancang untuk mengamati unjuk kerja dan kemajuan belajar peserta didik, maupunobservasi informal ya g dapat dilakukan oleh pendidik tanpa menggunakan instrumen.
d. Penugasan
Adalah bentuk evaluasi yang dapat dilakukan dengan model proyek yang berupa sejumlah kegiatan yang dirancang,dilakukan dan diselesaikan oleh peserta didik di luar kegiatan kelas dan harus dilaporkan baik secara tertulis maupun lisan. Penugasan ini dapat pula berbentuk tugas rumah yang harus diselesaika peserta didik.
e. Portofolio
Adalah kumpulan dokumen dan karya-karya peserta didik dalam karya tertentu yang diorganisasikan untu mengetahui minat, perkembangan belajar dan prestasi siswa.
f. Tes tertulis
Merupakan teknik penilaian yang paling banyak digunakan oleh pendidik,. Tes tertulis adalah tes yang bisa berupa tes dengan jawaban piliha atau isian, baik pilihan ganda, benar salah ataupun menjodohkan, serta tes yang jawabannya berupa isian ataupun uraian.
g. Tes lisan
Tes yang dilaksanakan melalui komunikasi langsung tatap muka antara peserta didik dengan satu atau berbagai penguji. Pertanyaan ataupun jawabannya disampaikan secara langsung atau sepontan. Tes jeis ini memerlukan daftar pertanyyan pedoman pensekoran.
h. Jurnal
Pada dasarya jurna merupakan cacatan siswa selama berlangsungnya proses pembelajaran, sehingga jurnal berisi deskripsi proses pembelajaran dengan kekuatan dan kelemahan siswa terkait dengan kinerja ataupun sikap.
i. Wawancara
Adalah cara untuk memperoleh informasi mendalam yang diberikan secara lisan dan spontan, tentang wawasan, pandangan atau aspek kepribadian peserta didik.
j. Inventori
Adalah skala psikologi yang digunakan untuk mengungkap sikap, minat dan persepsi peserta didik terhadap objek psikologis, ataupun fenomena yang terjadi, anatara lain berupa skala Likert dan sebagainya.
k. Panilaian diri
Merupakan tekhnik penilaian yang digunakan agar peserta didik mengemukakan kelebihan dan kekurangan diri dalam berbagai hal.
l. Penilaian antar Teman ( Penilaian sejawat )
Penilaian ini dilakukan dengan meminta siswa mengemukakan kelebihan dan kekurangan diri dalam berbagai hal. Penilaian ini dapat pula berupa sosiometri untuk mendapat informasi anak-anak yang favorit dan anak-anak yang terisolasi dalam kelompoknya.

Berbagai tekhnik penilaian tersebut dapat dilakukan secara kombinasi untuk bisa memperoleh informasi yang selengkap dan sedetail mungkin tentang proses kemajuan dan hasil belajar peserta didik.

Makalah Kanker Serviks


KANKER SERVIKS

Disusun Guna Memenuhi Tugas Semester IV
Mata Kuliah Perspektif Global
Dosen Pengampu Hasan Mahfud, M.Pd

UNS


Kelompok IV / IV B
Wahidah Purwaningsih (K7108011)
Aris Setianto  (K7108028)
Burhanuddin  (K7108105)
Dewi Arina Nur Amilia (K7108112)
Dhinarwati Irwanto (K7108118)


PROGRAM STUDI S1 PGSD
FAKULTAS KEGURURAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2010

KATA PENGANTAR

            Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas Berkah Rahmat dan Karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Di dalam makalah ini dibahas tentang isu global yang bertemakan pendidikan, mengenai kanker serviks. Dalam penulisan makalah ini, penulis tidak lepas dari bantuan beberapa pihak. Kami mengucapkan terima kasih pada pihak-pihak tersebut antara lain:
1.      Hasan Mahfud, M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Perspektif Global
2.      Teman-teman Kelas IV B
3.      Kedua orang tua kami yang telah mendukung kami
4.      Pihak-pihak lain yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarya. Atas perhatian dari semua pihak.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, khususnya dalam dunia pendidikan.



                                                                                                Surakarta, Juni 2010


Penulis











DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.............................................................................................................i
KATA PENGANTAR...........................................................................................................ii
DAFTAR ISI........................................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................1
     A.Latar Belakang .............................................................................................................. 1
     B.Rumusan Masalah ......................................................................................................... 1
     C.Tujuan Perumusan Masalah .......................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN....................................................................................................... 3
A.    Pengertian ….………....…………………………………………………………… 3
B.     Penyebab terjadinya kanker serviks ………………………………………....……. 3
C.     Dampak yang terjadi ……………………………………………………………… 4
D.    Cara penularan HPV ……………………………………………………………… 4
E.     Faktor yang mendukung timbulnya kanker serviks ………………...…………… 4
F.      Yang beresiko terinveksi HPV …………………………………...……………....4
G.    Cara mendeteksi ……………………………………………...…………………. 5
H.    Tindakan yang dilakukan apabila sudah terinveksi HPV ....…………………….. 5
I.       Cara pencegahan ……………………………………....………………………… 6
BAB III PENUTUP       ....................................................................................................... 7
A.    Kesimpulan …………………………………….....……………………………….. 7
B.     Saran …………………………………………….………………………………… 7
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................8        













BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Kanker serviks di negara yang sedang berkembang antara lain di Indonesia masih banyak ditemukan, dan berbeda dengan di negara maju di mana program skrinning sudah dilaksanakan sejak beberapa dekade. Dengan skrinning tersebut maka insidens dan mortalitas sudah sangat jauh berkurang. Human Papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab utama dari kanker ini, dan dengan adanya deteksi dini infeksi HPV serta pengembangan vaksin virus HPV maka diharapkan kanker ini dapat dikendalikan terutama di negara dimana program skrinning sulit dilaksanakan.
Peringkat kanker leher rahim di seluruh dunia menduduki urutan ke-2 diantara kanker pada perempuan setelah kanker payudara. Setiap tahun diperkirakan ada 500.000 perempuan ditemukan menderita kanker leher rahim dan setengahnya akan meninggal. Di tingkat dunia diperkirakan setiap dua menit ada seorang perempuan meninggal di Indonesia, berdasar data patologi kanker leher rahim menempati urutan pertama yang diderita perempuan. Diperkirakan setiap jam ada seorang perempuan meninggal akibat kanker.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah kanker serviks itu?
2.      Apakah penyebab terjadinya kanker serviks?
3.      Dampak apa saja yang dapat disebabkan kanker serviks?
4.      Bagaimana cara penularan kanker serviks?
5.      Faktor apa saja yang mendukung timbulnya kanker serviks?
6.      Siapa saja yang beresiko terkena kanker serviks?
7.      Bagaimana cara mendeteksi terjadinya kanker serviks?
8.      Tindakan apa saja yang dapat dilakukan apabila telah terinfeksi kanker serviks?
9.      Bagaimana cara pencegahannya?




C.    Tujuan Rumusan Masalah
1.      Untuk mengetahui pengertian kanker serviks.
2.      Untuk mengetahui penyebab terjadinya kanker serrviks.
3.      Untuk mengetahui dampak yang disebabkan kanker serviks.
4.      Untuk mengetahui cara penularan kanker serviks.
5.      Untuk mengetahui faktor yang mendukung timbulnya kanker serviks.
6.      Untuk mengetahui siapa saja yang beresiko terkena kanker serviks.
7.      Untuk mengetahui cara mendeteksi kanker serviks.
8.      Untuk mengetahui tindakan yang dilakukan apabila terinfeksi.
9.      Untuk mengetahui cara pencegahannya.























BAB II
PEMBAHASAN


A.    Pengertian
Kanker serviks adalah tumbuhnya sel-sel tidak normal pada serviks (leher rahim).
Perubahan menjadi sel kanker memakan waktu 10 hingga 15 tahun.
Virus penyebab kanker serviks tidak hanya menyerang kulit dan saluran genital, tetapi juga dapat menyerang organ-organ lain seperti : mukosa mulut, larings, trakhea, sinonasal, konjungtiva, bronkhus, usofagus.        

B.     Penyebab terjadinya kanker serviks
Kanker serviks disebabkan oleh HPV (Human Papilloma Virus) yang bersifat onkogenik. Di dunia, diketahui HPV tipe 16, 18, dan 45, 31 dan 52 secara bersamaan telah menjadi penyebab lebih dari 80% kasus kanker serviks. HPV 16 dan 18 secara bersama mewakili penyebab utama kanker serviks.
Karsiogenesis melalui beberapa tahap mutasi (multistage mutation) yaitu dimulai dengan perubahan unsur gen di dalam sel (insiasi), dan sel yang terinsiasi ini masih merupakan sel yang normal hanya saja ia mudah terstimulasi oleh faktor-faktor luar (karsiogenik). Setelah beberapa kali mengalami mutasi maka sel tersebut berubah menjadi sel kanker.



C.    Dampak yang terjadi
Apabila seoarang perempuan telah terinfeksi HPV dan menderita kanker , maka akan terjadi gangguan kualitas hidup secara :
Ø  Fisik
Ø  Kejiwaan
Ø  Kesehatan seksual

D.    Cara penularan HPV
Penularan tidak terjadi melalui udara tetapi kontak langsung merupakan prasyarat terjadinya infeksi. Pada dewasa genital HPV terjadi melalui kontak seksual. Dapat juga terjadi melalui alat-alat yang dipakai secara bersama-sama seperti laser vaporisasi.
Sebagian besar kanker serviks berasal dari zona transformmasi. Karena terinfeksi, dalam daerah ini sel-sel endoserviks berbah menjadi lesi prakanker. Infeksi HPV tipe resiko tinggi mengubah lesi prakanker menjadi kanker.  

E.     Faktor yang mendukung timbulnya kanker serviks
Kanker serviks dapat timbul didukung oleh beberapa faktor, yaitu :
   Menikah saat usia muda
   Kehamilan yang sering
   Merokok
   Penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang
   Penyakit menular seksual

F.     Yang beresiko terinfeksi HPV
80% perempuan akan beresiko terinfeksi oleh HPV pada masa hidupnya. 50% diantaranya akan beresiko terinfeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker pada masa hidupnya.
Infeksi HPV berkaitan dengan terjadinya kanker serviks, yang paling beresiko terinfeksi HPV yaitu :
  Perempuan dengan mitra seksual multipel, begitu sebaliknya pria dengan mitra seksual multipel
  Perempuan yang merokok mempunyai resiko dua kali lebih tinggi untuk menderita kanker serviks daripada perempuan yang tidak merokok.
  Perempuan yang kehamilan pertamanya terlambat, beresiko menderita kanker serviks lebih rendah.
  Tingkat sosial ekonomi rendah beresiko menderita kanker serviks daripada tingkat sosial ekonomi menengah ke atas.
  Penggunaan kontrasepsi oral menunjukkan peningkatan resiko walaupun.
  Perempuan / laki-laki dengan riwayat infeksi menular seksual (IMS), meningkatkan resiko menderita kanker serviks.

G.    Cara mendeteksi
Untuk mengetahui apabila seorang perempuan terinfeksi HPV atau tidak, dapat dideteksi dengan cara :
  Pap smear
     Pap smear (juga dikenal test Pap) adalah serangkaian tindakan medis yang mana mengambil sampel sel dari serviks seorang perempuan ( serviks merupakan bagian ujung dari uterus yang masuk ke dalam vagina), kemudian dioleskan pada slide. Sel tersebut diperiksa dengan mikroskop untuk mencari lesi prakanker atau perubahan keganasan.   
  IVA (Inspeksi Visual Acetat)
Cara mendeteksi kanker serviks dengan cara sederhana yang efektif dengan cara mengoleskan asam asetat 3-5% ke mulut rahim kemudian melihat reaksi perubahan.

H.    Tindakan yang dilakukan apabila sudah terinfeksi HPV
Beberapa tindakan yang dapat dilakukan, apabila seseorang telah terinfeksi HPV, yaitu :
   Surgical treatment
Yaitu tindakan bedah yang dilakukan untuk mengangkat sel-sel kanker dengan operasi.
   Radioterapi
Yaitu suatu terapi dengan menggunakan sinar-x atau radio aktif untuk membunuh sel-sel kanker.
   Kemoterapi
Yaitu suatu terapi dengan menggunakan obat-obatan yang khusus untuk kanker. Penggunaan obat-obatan ini dimaksud untuk melawan dan memusnahkan sel-sel kanker yang menyebar
   Terapi Piliatif
Yaitu suatu terapi dimana yang difokuskan adalah peningkatan kualitas hidup penderita kanker dengan menghilangkan / mengurangkan rasa sakit karena kanker sudah tidak dapat disembuhkan.

I.       Cara Pencegahan
·         Pencegahan primer (vaksinasi)
Dari studi penelitian menunjukkan bahwa vaksinasi bersama skrinning dapat mengurangi kejadian kanker serviks secara efektif. Vaksinasi saat ini merupakan era baru dalam pencegahan kanker serviks bagi remaja putri dan perempuan dewasa. Vaksinasi diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang yang menjadi penyebab utama kejadian kanker serviks. Vaksinasi dapat memberikan perlindungan silang terhadap infeksi HPV lainnya penyebab kanker yakni tipe 45, 31 & 52. Vaksinasi diberikan sedini mungkin (mulai 10 tahun). Rekomendasi dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) & HOGI (Himpunan Onkologi Gynekologi Indonesia). Vaksinasi dilakukan dalam tiga tahap dosis pemberian yaitu ke-0, ke-1, dan ke-6.

·         Pencegahan sekunder (pap smear & IVA bagi yang sudah berhubungan seksual)
a.       Pap smear
     Pap smear (juga dikenal test Pap) adalah serangkaian tindakan medis yang mana mengambil sampel sel dari serviks seorang perempuan ( serviks merupakan bagian ujung dari uterus yang masuk ke dalam vagina), kemudian dioleskan pada slide. Sel tersebut diperiksa dengan mikroskop untuk mencari lesi prakanker atau perubahan keganasan.  
b.      IVA (Inspeksi Visual Acetat)
Cara mendeteksi kanker serviks dengan cara sederhana yang efektif dengan cara mengoleskan asam asetat 3-5% ke mulut rahim kemudian melihat reaksi perubahan.

BAB III
PENUTUP


A.    KESIMPULAN
Kanker Serviks yang disebabkan oleh HPV (Human Papilloma Virus) dapat dicegah dengan pencegahan primer (melalui vaksinasi) maupun sekunder (melalui papsmear dan IVA).

B.     SARAN
Dengan dibuatnya makalah mengenai kanker serviks ini, penulis berharap dapat bermanfaat bagi pembaca.






















DAFTAR PUSTAKA

id.wikipedia.org/kanker_leher_rahim/