Powered By Blogger

Jumat, 24 Juni 2011

Jaga HaTi

Sebenarnya penyakit yang kita derita disebabkan oleh diri kita sendiri. Bukan hanya karena makanan, polusi, dan semacamnya. Penyebab terbesar timbulnya penyakit dalam diri kita adalah karena hati kita. kita tidak menjaga hati kita dengan benar. "Menjaga" di sini bukan berarti menjaga dengan hanya makan makanan yang menyehatkan hati, "Menjaga" di sini artinya kita juga menjaga hati kita agar terhindar dari sifat-sifat yang dapat mengotori hati kita seperti iri, dengki, dan sejenisnya.

JilBab


Nun, demi pena dan apa yang mereka tulis" (Al-Qalam:1)



Jilbabku, wujud cintaku kepada Allah,
dan kepada yang berhak membukanya
Yup, karena di balik jilbab kita ada mahkota indah yang hanya boleh dilihat oleh yang berhak saja. Kasian kan suami kita, kalau sebelum menikah, mahkota kita sudah banyak yang melihat dan menikmati? berarti suami kita hanya dapat sisanya dong. Gakmau kan?

Jilbab kita, yang membedakan orang mukmin dan yang tidak.
Jilbab kita sebagai wujud cinta kita kepada Sang Kholiq, melaksanakan perintah-Nya untuk menjulurkan kain hingga ke dada (QS An-Nur: 31).

Lalu, apa yang menghalangimu berjilbab saudariku?

"wah, aku masih belum baik, malu lah kalo pake jilbab"
Eits, jangan salah, justru kalau pake jilbab, itu artinya kita sudah mulai membatasi dan pastinya malu dong berbuat yang gak baik.

"pake jilbab panas.."
Lebih panas mana sama api neraka?

"kalo pake jilbab susah dapet kerja"
Gak juga, nih aku, beberapa hari menganggur sudah ditawarkan kerjaan, lagi pula rezeki kan Allah yang mengatur, gak usah takut. Kalau gak dapat kerja,kenapa gak bikin usaha sendiri, iya gak?

Jadi, mari berjilbab...
Demi mencari ridlo Allah SWT,
Demi suami kita kelak,
Dan Demi.....kianlah yang bisa saya sampaikan, kalau ada yang salah dalam penjelasan itu datangnya dari saya dan mohon dikoreksi, kalau ada yang benar, itu semata milik Allah...hehe..
S.E.M.A.N.G.A.T..! 

NinK'z Notes: Unik Manik Manik

NinK'z Notes: Unik Manik Manik: "Kreasi Meronce Mute ( Jeruk mungil) Mute atau yang biasa disebut dengan manik-manik banyak digemari oleh orang-orang karena keelokannya. M..."

Unik Manik Manik



Kreasi Meronce Mute
( Jeruk mungil)

Mute atau yang biasa disebut dengan manik-manik banyak digemari oleh orang-orang karena keelokannya. Manik- manik biasanya banyak digunakan orang-orang sebagai aksesoris seperti kalung dan gelang. Sekarang sudah merambah disusun atau dironce menjadi tas, vas bunga, bros, bunga, dan hiasan- hiasan karya tiga dimensi lainnya seperti bentuk buah-buahan yakni salah satunya yaitu jeruk.
Meronce manik-manik menjadi bentuk buah jeruk tidak susah dan juga tidak mudah, butuh ketekunan dan kesabaran.
Berikut tentang membuat jeruk dari manik-manik:
Alat dan bahan:
1.    Manik-manik bulat
2.    Manik daun
3.    Senar
4.    Gunting
Cara pembuatan
1.    Rangkai manik-manik kedalam senar sebanyak 6 buah untuk dijadikan alas.
2.    Rangkai terus sesuai motif seperti menganyam, dan buat alas berbentuk segi enam.
3.    Kemudian rangakai ke atas dengan merangkai membentuk segi 6 melingkar sesuai bentuk alas dengan memberi spasi (jarak) satu manik-manik.
4.    Lanjutkan terus merangkai sampai membentuk setengah jeruk.
5.    Kemudian untuk membentuk jeruk, bagian atas dirangkai dengan merangkai 5 biji manik-manik dirangakai melingkar, selanjutnya menyesuaikan bentuk yang dibuat.
6.    Langkah terakhir merangkai tangkai dan daunnnya yaitu dengan menarik senar ke atas masukkan daun kemudian manik-manik sebagai tangkai.
Hasil rangakaiannya sebagai berikut :
      

**) Catatn : Jika senar tidak mencukupi dapat diikat dan kemudian disambung senar   berikutnya.


Kreasi Kertas Koran


(Tempat pensil bentuk sepatu)
Pada dasarnya kertas bekas biasanya dibuang dan dibakar oleh kebanyakan orang, tetapi sebenarnya dibalik barang yang sudah tidak dipakai justru dapat dimanfaatkan untuk dijadikan kerajinan tangan. Kerajinan tangan diantaranya misalnya membuat hasta karya yang memiliki daya guna misalnya pigura, tempat pensil, gantungan kunci, dll. Adapun yang akan saya sajikan kali ini yaitu cara pembuatan tempat pensil bentuk sepatu dengan bahan dasar kertas koran.

Alat dan bahan:
1.         Kertas koran 5-8 lembar.
2.         Air
3.         Lem fox (lem kayu)
4.         Tepung kanji
5.         Baskom atau ember kecil
6.         Tawas
Cara pembuatan:
1.         Menyediakan alat dan bahan.
2.         Potong / sobek kertas koran kecil-kecil.
3.         Masukkan ke baskom dan tuangkan air sampai kertasnya terendam tambahkan tawas supaya tidak berbau kurang sedap.
4.         Rendam kertas koran tadi sampai menjadi bubur kertas biasanya 2 hari.
5.         Kemudian tiriskan sampai airnya sedikit.
6.         Sementara itu panaskan tepung kanji (aci) dicampur air sampai cair seperti lem.
7.         Tambahkan lem kayu dan lem dari tepung tadi secukupnya kira-kira sampai bubur kertas dapat dibentuk.
8.         Aduk seperti adonan kue.
9.         Bentuk adonan bubur kertas menyerupai sepatu dan dilubangi  untuk membentuk tempat pensilnya.
10.     Kemudian jemur di tempat yang panas sampai kering.
11.     Setelah kering diwarnai dengan cat air atau bisa juga dengan cat minyak.
12.     Kemudian keringkan kembali.

Berikut hasi olahannya:


Kamis, 23 Juni 2011

Keretampilan Tangan


Kreasi Batik Celup
Batik celup merupakan seni membuat batik sederhana yang hanya menggunakan biaya yang cukup terjangkau dan mudah dibuat. Kreasi batik celup ini biasanya dibuat untuk pembuatan taplak atau kain penutup meja dan juga sapu tangan atau juga sering digunakan pada pembuatan motif di pakaian.
Berdasarkan apa yang dikemukakan diatas maka kain jumputan (istilah Sewan Susanto) dapat pula dikatakan sebagai batik celup ikat atau “string resist dyed”. Batik celup ikat adalah batik yang dibuat tanpa menggunakan malam sebagai bahan perintang akan tetapi menggunakan tali yang diikatkan pada kain yang berfungsi merintangi warna masuk keserat kain. Tali dibuka setelah pencelupan selesai. Karena ikatan tali pada kain akan timbul motif tertentu. Bentuk motif yang terjadi terbatas pada kemungkinan bentuk ikatan tali tersebut.
Berikut alat dan bahannya:    
1.      Kain mori yang sudah dipotong ukuran taplak(penutup meja)
2.      Pewarna Naptol
3.      5 liter air
4.      Tempat/ manci
5.      Kompor
6.      Rafia dan karet gelang
7.      Batuan, kelereng, atau benda lain.
Cara Pembuatan:
1.      Siapkan alat dan bahan.
  • Buat motif pada kain dengan menggunakan batu, atau bisa juga dengan kelereng atau benda lain.
  • Batu di letakkan atas kain dan di ikat dengan karet dan rafia sampai benar-benar kuat. Dapat juga membuat motif dengan teknik menjahit teknik menjelujur.
  • Ulangi sampai kain penuh dengan motif sesuai selera. 
  • Tuangkan air sebanyak 5 liter tambahkan pewarna naptol kuning dan pengawetnya, panaskan sampai mendidih.
  • Kemudian kecilkan api, dan masukkan kain yang telah dimotif tadi ke dalam manci.
  • Diamkan sampai 15 menit, kemudian diangkat dan di bilas dengan air dingin.
  • Setelah itu buat motif lagi yang berbeda dengan cara yang sama seperti membuat motif di awal tadi, supaya ada perpaduan dua warna.
  • Kemudian ulangi langkah no. 6-8 dengan warna yang berbeda misalnya merah atau warna yang lainnya.
  • Terakhir lepas ikatan motif tadi kemudian di bilas lagi sampai bersih dan tiriskan di tempat yang sejuk yang tidak terkena sinar mata hari langsung.
  • Hasil batik celup atau jumputan siap digunakan.
Berikut hasil kreasi batik celup atau jumputan:


Selasa, 22 Februari 2011

REnuNgaN

"Allah adalah cahaya langit

dan bumi.Perumpamaan

cahaya-Nya adalah seperti

sebuah lubang yang tak

tembus,yang di dalamnya ada

sebuah pelita besar.Pelita itu

di dalam kaca (dan) kaca itu

seakan-akan bintang (yang

bercayaha) seperti mutiara,

yang dinyalakan dengan

minyak dari pohon yang

banyak berkahnya,(yaitu)

pohon zaitun yang tumbuh tidak pula

di sebelah timur dan tidak pula

di sebelah barat,yang

minyaknya saja hampir2

menerangi walaupun tidak

disentuh api.Cahaya di atas

cahaya.Allah membinbing

kepada cahaya-Nya siapa yang

Dia kehendaki,dan Allah

membuat perumpamaan bagi

manusia dan Allah Maha

Mengetahui segala sesuatu."

{Al-Quran An Nur :ayat24-35},