Powered By Blogger

Jumat, 24 Juni 2011

Unik Manik Manik



Kreasi Meronce Mute
( Jeruk mungil)

Mute atau yang biasa disebut dengan manik-manik banyak digemari oleh orang-orang karena keelokannya. Manik- manik biasanya banyak digunakan orang-orang sebagai aksesoris seperti kalung dan gelang. Sekarang sudah merambah disusun atau dironce menjadi tas, vas bunga, bros, bunga, dan hiasan- hiasan karya tiga dimensi lainnya seperti bentuk buah-buahan yakni salah satunya yaitu jeruk.
Meronce manik-manik menjadi bentuk buah jeruk tidak susah dan juga tidak mudah, butuh ketekunan dan kesabaran.
Berikut tentang membuat jeruk dari manik-manik:
Alat dan bahan:
1.    Manik-manik bulat
2.    Manik daun
3.    Senar
4.    Gunting
Cara pembuatan
1.    Rangkai manik-manik kedalam senar sebanyak 6 buah untuk dijadikan alas.
2.    Rangkai terus sesuai motif seperti menganyam, dan buat alas berbentuk segi enam.
3.    Kemudian rangakai ke atas dengan merangkai membentuk segi 6 melingkar sesuai bentuk alas dengan memberi spasi (jarak) satu manik-manik.
4.    Lanjutkan terus merangkai sampai membentuk setengah jeruk.
5.    Kemudian untuk membentuk jeruk, bagian atas dirangkai dengan merangkai 5 biji manik-manik dirangakai melingkar, selanjutnya menyesuaikan bentuk yang dibuat.
6.    Langkah terakhir merangkai tangkai dan daunnnya yaitu dengan menarik senar ke atas masukkan daun kemudian manik-manik sebagai tangkai.
Hasil rangakaiannya sebagai berikut :
      

**) Catatn : Jika senar tidak mencukupi dapat diikat dan kemudian disambung senar   berikutnya.


Kreasi Kertas Koran


(Tempat pensil bentuk sepatu)
Pada dasarnya kertas bekas biasanya dibuang dan dibakar oleh kebanyakan orang, tetapi sebenarnya dibalik barang yang sudah tidak dipakai justru dapat dimanfaatkan untuk dijadikan kerajinan tangan. Kerajinan tangan diantaranya misalnya membuat hasta karya yang memiliki daya guna misalnya pigura, tempat pensil, gantungan kunci, dll. Adapun yang akan saya sajikan kali ini yaitu cara pembuatan tempat pensil bentuk sepatu dengan bahan dasar kertas koran.

Alat dan bahan:
1.         Kertas koran 5-8 lembar.
2.         Air
3.         Lem fox (lem kayu)
4.         Tepung kanji
5.         Baskom atau ember kecil
6.         Tawas
Cara pembuatan:
1.         Menyediakan alat dan bahan.
2.         Potong / sobek kertas koran kecil-kecil.
3.         Masukkan ke baskom dan tuangkan air sampai kertasnya terendam tambahkan tawas supaya tidak berbau kurang sedap.
4.         Rendam kertas koran tadi sampai menjadi bubur kertas biasanya 2 hari.
5.         Kemudian tiriskan sampai airnya sedikit.
6.         Sementara itu panaskan tepung kanji (aci) dicampur air sampai cair seperti lem.
7.         Tambahkan lem kayu dan lem dari tepung tadi secukupnya kira-kira sampai bubur kertas dapat dibentuk.
8.         Aduk seperti adonan kue.
9.         Bentuk adonan bubur kertas menyerupai sepatu dan dilubangi  untuk membentuk tempat pensilnya.
10.     Kemudian jemur di tempat yang panas sampai kering.
11.     Setelah kering diwarnai dengan cat air atau bisa juga dengan cat minyak.
12.     Kemudian keringkan kembali.

Berikut hasi olahannya:


Kamis, 23 Juni 2011

Keretampilan Tangan


Kreasi Batik Celup
Batik celup merupakan seni membuat batik sederhana yang hanya menggunakan biaya yang cukup terjangkau dan mudah dibuat. Kreasi batik celup ini biasanya dibuat untuk pembuatan taplak atau kain penutup meja dan juga sapu tangan atau juga sering digunakan pada pembuatan motif di pakaian.
Berdasarkan apa yang dikemukakan diatas maka kain jumputan (istilah Sewan Susanto) dapat pula dikatakan sebagai batik celup ikat atau “string resist dyed”. Batik celup ikat adalah batik yang dibuat tanpa menggunakan malam sebagai bahan perintang akan tetapi menggunakan tali yang diikatkan pada kain yang berfungsi merintangi warna masuk keserat kain. Tali dibuka setelah pencelupan selesai. Karena ikatan tali pada kain akan timbul motif tertentu. Bentuk motif yang terjadi terbatas pada kemungkinan bentuk ikatan tali tersebut.
Berikut alat dan bahannya:    
1.      Kain mori yang sudah dipotong ukuran taplak(penutup meja)
2.      Pewarna Naptol
3.      5 liter air
4.      Tempat/ manci
5.      Kompor
6.      Rafia dan karet gelang
7.      Batuan, kelereng, atau benda lain.
Cara Pembuatan:
1.      Siapkan alat dan bahan.
  • Buat motif pada kain dengan menggunakan batu, atau bisa juga dengan kelereng atau benda lain.
  • Batu di letakkan atas kain dan di ikat dengan karet dan rafia sampai benar-benar kuat. Dapat juga membuat motif dengan teknik menjahit teknik menjelujur.
  • Ulangi sampai kain penuh dengan motif sesuai selera. 
  • Tuangkan air sebanyak 5 liter tambahkan pewarna naptol kuning dan pengawetnya, panaskan sampai mendidih.
  • Kemudian kecilkan api, dan masukkan kain yang telah dimotif tadi ke dalam manci.
  • Diamkan sampai 15 menit, kemudian diangkat dan di bilas dengan air dingin.
  • Setelah itu buat motif lagi yang berbeda dengan cara yang sama seperti membuat motif di awal tadi, supaya ada perpaduan dua warna.
  • Kemudian ulangi langkah no. 6-8 dengan warna yang berbeda misalnya merah atau warna yang lainnya.
  • Terakhir lepas ikatan motif tadi kemudian di bilas lagi sampai bersih dan tiriskan di tempat yang sejuk yang tidak terkena sinar mata hari langsung.
  • Hasil batik celup atau jumputan siap digunakan.
Berikut hasil kreasi batik celup atau jumputan:


Selasa, 22 Februari 2011

REnuNgaN

"Allah adalah cahaya langit

dan bumi.Perumpamaan

cahaya-Nya adalah seperti

sebuah lubang yang tak

tembus,yang di dalamnya ada

sebuah pelita besar.Pelita itu

di dalam kaca (dan) kaca itu

seakan-akan bintang (yang

bercayaha) seperti mutiara,

yang dinyalakan dengan

minyak dari pohon yang

banyak berkahnya,(yaitu)

pohon zaitun yang tumbuh tidak pula

di sebelah timur dan tidak pula

di sebelah barat,yang

minyaknya saja hampir2

menerangi walaupun tidak

disentuh api.Cahaya di atas

cahaya.Allah membinbing

kepada cahaya-Nya siapa yang

Dia kehendaki,dan Allah

membuat perumpamaan bagi

manusia dan Allah Maha

Mengetahui segala sesuatu."

{Al-Quran An Nur :ayat24-35},

Rabu, 05 Januari 2011

Spiritual Quotient Sebagai Kecerdasan Tertinggi

Setiap mahluk ciptaan Tuhan dianugerahi suatu kecerdasan, biasanya kecerdasan yang dimiliki oleh semua mahluk yang hidup dibumi ini adalah kecerdasan untuk tetap bertahan hidup, cara bagaimana seorang mahluk serta generasinya agar dapat terus survive dengan melakukan adaptasi dan evolusi. Rasa aman adalah implementasi dari kecerdasan primitif ini, terhindar dari bahaya yang berupa pemangsa maupun kekejaman alam merupakan akibat dari penggunaan quotient. Semakin tinggi tingkat kerumitan suatu mahluk diciptakan maka anugerah kecerdasan yang diberikan Tuhan juga semakin tinggi, dan manusialah mahluk yang diciptakan dengan kecerdasan yang paling tinggi, jika dilihat dari fisik otak , kemampuan otak manusia meliputi kecerdasan reptil atau batang otak, kecerdasan mamalia atau sistem limbik dan kecerdasan manusia atau neokortek yang membedakan dengan mahluk lainnya.
Fungsi dari batang otak atau otak reptil adalah perilaku yang berkaitan dengan insting untuk mempertahankan hidup, dorongan untuk mempertahankan spesies dengan memperhatikan pada ketersediaan makanan, tempat tinggal dan keberlangsungan reproduksi. Keaadaan bahaya atau gawat membangkitkan otak reptil untuk memutuskan menghadapinya atau menghindarinya. Disekeliling otak reptil terdapat sistem limbik yang cukup luas dan kompleks, sistem limbik dimiliki seluruhnya oleh hewan mamalia, fungsinya menyimpan emosi dan bersifat kognitif, sistem limbik menyimpan perasaan, pengalaman, memori dan kemampuan belajar pada mamalia. Sistem limbik merupakan panel kontrol utama menggunakan informasi yang disampaikan oleh panca indera manusia, kemudian informasi ini disampaikan ke bagian neokortek yang terbungkus di sekitar bagian atas dan sisi-sisi sistem limbik, fungsi bagian ini adalah mengatur pesan-pesan yang disampaikan oleh sistem limbik yang dapat berupa penalaran, berpikir secara intelektual, pembuatan keputusan dan lain-lain. Jadi sebenarnya yang membedakan manusia dengan mahluk lainnya adalah adanya neokortek dan disinilah kecerdasan manusia : IQ, EQ dan SQ berasal.
Pada mulanya, kecerdasan manusia hanya diukur dari tingkat kecerdasan intelektualnya atau IQ, IQ seorang manusia dapat ditempatkan pada tingkat-tingkat tertentu ; dibawah rata-rata, rata-rata, diatas rata-rata dan genius. Pemeringkatan ini berdasarkan hasil tes yang dilakukan saat, seseorang menyelesaikan suatu uji IQ. Ketika orang tersebut menganggap serius tes yang akan dihadapinya, akan mendapatkan hasil yang berbeda saat orang tersebut menganggap uji IQ sebagai suatu permainan belaka, karena ternyata tingkat emosi seseorang juga berpengaruh besar pada hasil uji tersebut. Dalam keadaan tertekan membuat seseorang cenderung mendapatkan hasil IQ yang lebih rendah dibandingkan jika ia menganggap tes IQ hanya main-main. Dari hasil pengamatan ini, ternyata IQ bukanlah satu-satunya patokan mengukur kecerdasan manusia, ada kecerdasan lain yang juga mempengaruhi. Kemudian timbulah konsep kecerdasan emosional atau EQ yaitu kecerdasan yang muncul dan dipengaruhi oleh nilai perasaan dan emosi kita, dan hal yang lebih mencengangkan adalah kecerdasan emosional ternyata lebih mendominasi dan mempengaruhi kehidupan manusia dibandingkan kecerdasan intelektual. Dari hasil riset yang dilakukan oleh para ahli psikologi didapat bukti ilmiah : keberhasilan hidup seseorang yang diukur dari tingkat kesuksesan dan kekayaan ternyata disebabkan oleh tingkat EQ orang tersebut, bukan dari kecerdasan intelektualnya. Kecerdasan intelektual hanya menjadi pengantar bagi keberhasilan seseorang yang lebih dipengaruhi oleh kecerdasan emosinya. Jadi orang yang memiliki IQ tinggi belum menjamin keberhasilan orang tersebut, bisa jadi di bagian pendidikan formal seperti sekolah, ia akan mendapatkan kesuksesan sebab pendidikan formal cenderung memberi porsi yang lebih besar untuk kecerdasan intelektual tetapi ketika ia memasuki dunia kerja, tempat orang tersebut harus berinteraksi dengan orang lain, pengaruh kecerdasan emosional akan lebih dominan. Biasanya orang yang memiliki IQ tinggi cenderung egois sehingga sukar diajak kerja sama maka orang tersebut akan mendapatkan kesukaran saat menghadapi dunia kerja yang lebih membutuhkan team work dibanding kerja individual. Orang dengan IQ cukup tinggi sulit untuk beradaptasi dengan dunia yang tidak sesuai dengan pandangannya, berbeda dengan individu yang berEQ tinggi, individu ini mampu menyesuaikan dirinya dengan lingkungan kerja apapun karena memiliki kemampuan yang lebih dalam menghargai dan bekerja sama dengan yang lain.
Namun ketika orang tersebut dalam puncak kesuksesan dan keberhasilan, bergelimang dengan harta, prestasi dan penghargaan, akan muncul suatu titik balik berupa rasa jenuh dan bosan. Orang tersebut akan menanyakan kembali pada dirinya, apakah hal semua itu perlu bagi dirinya ? mengapa kesuksesan dan keberhasilan, tidak membuat hatinya bahagia ? okelah ketika seseorang mendapatkan prestasi tinggi misalnya dianugerahi Nobel, dia disambut dan dipuja-puja seluruh dunia, saat itu perasaannya dipenuhi oleh rasa senang tetapi untuk berapa lama rasa gembira itu akan hinggap didalam dirinya, dia akan kembli jatuh pada perasaan jenuh karena semua yang diinginkan dan dicita-citakan telah terwujud semuanya, dan menyangka bahwa dengan mencapainya akan memberikan rasa bahagia abadi, tetapi apa yang terjadi ternyata hanya rasa kehampaan yang didapatnya. Dunia serasa berhenti, vitalitas yang dimilikinya semakin hilang dan jika ia tidak memiliki kecerdasan lain ia akan terperosok pada jurang kehampaan yang penuh dengan perasaan depresi. Maka agar kita bisa memaknai hidup ini, saat suatu keberhasilan digapai dan mampu melihat keberhasilan tersebut sebagai suatu proses bukan tujuan hidupnya, diperlukan suatu kecerdasan yaitu kecerdasan spiritual atau SQ. Didalam otak manusia terdapat suatu titik yang dinamakan god spot, titik ini berhubungan dengan keyakinan kita akan keberadaan tuhan dan dalam god spot bersemayamlah kecerdasan spiritual atau SQ. Seseorang yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi dapat dilihat dari perilaku kehidupannya yang selalu dipenuhi oleh rasa kebahagiaan dan kegembiraan, ia memandang sekelilingnya bukan sebagai sesuatu yang perlu ditaklukan demi keberhasilannya tetapi lebih sebagai suatu ciptaan yang perlu disyukuri keberadaannya, rasa ego atau ke-aku-annya telah melebur hilang digantikan dengan rasa kebersamaan yang muncul setiap saat. Ia tidak lagi menghiraukan apa yang telah menjadi miliknya dan bukan miliknya, tidak lagi memikirkan mendapatkan apa yang belum ia miliki sebab semuanya yang ada disekelilingnya telah ia miliki. Ia tidak lagi terjebak dalam rasa penyesalannya terhadap masalah di masa lalu, tidak lagi mengkhawatirkan kehidupan di masa depan, tidak lagi terbebani oleh rasa khawatir, takut dan penyesalan tetapi hidup di masa sekarang, saat ini dengan indah dan apa adanya. Hal yang selalu dilakukan oleh orang dengan kecerdasan spiritual tinggi adalah mensyukuri apapun yang ia peroleh ; kegagalan, keberhasilan, sanjungan, makian, penghinaan. Ia telah mendapatkan kedamaian didalam dirinya yang memancar menyebar ke sekelilingnya memberikan rasa kasih sayang bagi semuanya. Seperti bunga yang menyebarkan keharuman bagi dunianya atau seperti matahari yang memancarkan sinar kehidupan, sang bunga dan matahari tidak pernah meminta balas jasa atas apa yang ia berikan, ia hanya memberi dan memberi.
Kita sebagai mahluk yang diciptakan oleh Tuhan paling mulia, ternyata diberikan anugerah yang begitu besarnya. Kemampuan kita sebagai manusia melebihi apa yang dimiliki mahluk lainnya, apalagi kecerdasan yang kita miliki mampu membuat kita menjadi seorang manusia dalam arti sebenarnya. Kita bisa menggapai suatu kecerdasan yang membuat kita menjadi bahagia bila mengetahui password untuk membukanya. Proses untuk mendapatkan kecerdasan ini adalah perjalanan mengenal dirinya sendiri, suatu safari agung menembus bayang-bayang dan topeng-topeng yang kita anggap selama ini sebagai diri yang sejati. Topeng tersebut sepertinya melekat kuat sehingga seakan-akan kita selalu diidentikkan dengan topeng yang kita pakai, topeng itu adalah ego kita, rasa ke-akua-an yang kita miliki menutupi sinar cemerlangnya diri sejati. Ego membuat kita tergantung terhadap apa yang orang lain pandang, kita menjadi begitu malu saat, pakaian yang kita kenakan dikatakan tidak sesuai dengan tubuh , kita menjadi marah saat seseorang mencela, menghina dan memaki kita. Ego menjadikan sesuatu sebagai yang disukai atau yang tidak disukai, ego cenderung untuk melampiaskan keinginan-keinginan kita, memberikan makanan-makanan yang lezat bagi nafsu dan hasrat.

Rabu, 15 Desember 2010

roemah kajoemanis: mensyukuri luka.

roemah kajoemanis: mensyukuri luka.: "Sudah lama aku ingin berbagi ini, tapi mungkin moodnya dan feel untuk nulisnya baru ada sekarang. Bisa karena memang tertakdir menulisnya se..."

Jumat, 03 Desember 2010

Nota Nota Cinta

Andainya dapatku menulis

Nota-nota cinta buat diri-Nya

Ingin ku titipkan bersama

Semua kuntuman bunga

Yang indah berseri

Ku sembur haruman mewangi

Bersama kata-kata puji

Sedang Dia tahu

kasih dan cintanya aku

Menjalin ikatan menuju ke Syurga



Cintaku kepada Dia

Rinduku hanya pada-Nya

Kasihku tulus buat-Nya

Setiaku balas kasih-Nya

Kasihku kasih yang setia

Pada yang punya



Dambaku pada Yang Esa

Pujian hanya buat-nya

Akurku kebesaran-Nya

Teragung Maha Suci-Nya

Taatku hamba yang hina

Pada Pencipta



Kiranya aku hilang arah

Jalan hidupku berubah punah

Namun kasih-Nya tak pernah akan musnah

Belas rahmat-Nya terus mencurah-curah

Nur Hidayah-Nya semakin cerah



By: Saujana